Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur telah berakhir. Tim Amposh FC U-16 asal kabupaten Flores Timur keluar sebagai juara. Tim Amposh FC U-16 pun berhak mewakili NTT bertarung di Seri Nasional di Banten. Tim Persemu FC U-16 sendiri gagal di turnamen ini. Bergabung di group C bersama Bintang Persado asal Kabupaten Kupang dan Sikumana Putra asal Kota Kupang, tim Persemu FC gagal lolos ke babak berikutnya setelah kalah agregat gol dengan dua tim asal Kupang ini. Tim Persemu FC U-16 pun gagal mendulang prestasi di partisipasi perdana mereka. Tim Persemu FC U-16 pulang ke Manggarai dengan kepala tegak. Permainan ofensif di laga perdana melawan Bintang Persado U-16 sukses berbuah kemenangan 2-1 meski di laga kedua harus takluk dengan skor telak 3-0 atas Sikumana Putra.
Wakil Manggarai
Tim Persemu FC U-16 hadir di Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur sebagai wakil kabupaten Manggarai. Bagi saya pribadi, kehadiran tim Persemu FC U-16 adalah catatan sejarah bagi persepakbolaan Manggarai. Betapa tidak, kehadiran tim Persemu FC U-16 menjadi jawaban akan harapan hadirnya wakil Manggarai di kompetisi usia muda di regional NTT.
![]() |
| Persemu FC U-16 |
Selama beberapa tahun terakhir, prestasi sepak bola Manggarai tidak dapat dibanggakan. Tim senior Persim Manggarai selalu babak belur dikandaskan lawan di setiap gelaran ETMC. Kehadiran tim Persemu FC U-16 di Kupang yang lalu tentu memberi asa kepada masyarakat sepak bola Manggarai. Tentu asa untuk mengatakan bahwa sepak bola Manggarai sedang bangkit.
Ada dua poin penting yang bisa saya sampaikan terkait kebangkitan ini.
Pertama, tim Persemu FC U-16 hadir di Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur melalui proses panjang. Proses ini dimulai dari awal tahun 2019 hingga akhir Juli yang lalu. Proses ini berawal dari rekrutmen pemain yang berasal dari klub-klub yang ada di kota Ruteng dan sekitarnya. Delapan puluh pemain ikut ambil bagian di seleksi tersebut. Pada bulan April jumlah pemain sudah berkurang seiring adanya pencoretan pemain berdasarkan keputusan pelatih.
Pada akhirnya delapan belas pemain dipilih untuk memperkuat tim Persemu FC U-16. Selama proses berlangsung tentu menjadi momen tak akan terlupakan bagi para pemain. Mereka mendapat banyak pengalaman melalui strategi yang diberikan pelatih maupun latihan fisik yang saya yakin belum atau mereka dapatkan di klub asal. Terkait proses ini, saya berpikir adalah kondisi ideal bagi pembentukan tim yang tangguh. Bagi saya, proses ini menjadi hal baru bagi persepakbolaan Manggarai. Pembentukan tim melalui proses panjang.
Kedua, secara tersirat tim Persemu FC U-16 ini menjadi investasi jangka panjang sepak bola Manggarai. Berangkat dari poin kesatu tadi, para pemain Persemu FC U-16 telah memiliki beberapa modal seperti teknik, kerja sama tim dan kekompakkan. Modal ini menjadi dasaran yang sangat kuat di perjalanan selanjutnya. Jika kita berbicara hingga enam tahun yang akan datang, puncak performa para pemain ini akan terlihat di ETMC 2023. Toh di beberapa gelaran turnamen tahun 2019 dan 2020, para pemain Persemu FC U-16 dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Sebut saja Piala Soeratin 2019 maupun Piala Gubernur 2020. Belum lagi di ETMC 2021 yang akan dihelat di Flores Timur.
Bagi saya, tim Persemu FC U-16 ini adalah bagian dari investasi jangka panjang sepak bola Manggarai. Dua poin ini bagi saya menjadi alasan kuat untuk mengatakan bahwa sepak bola Manggarai sedang bangkit. Selain tersurat sebagai wakil Manggarai, tim Persemu FC U-16 secara tersirat sedang ingin mengatakan kepada masyarakat sepak bola NTT bahwa sepak bola Manggarai sedang bangkit. Bagi saya, tidak mudah menyatakan kebangkitan ini. Toh tim Persemu FC U-16 telah menunjukkan kebangkitan tersebut.
Semangat Menolak Menyerah
Melalui tulisan ini, salam Semangat Menolak Menyerah ingin menyapa masyarakat sepak bola Manggarai untuk satu pikiran dan satu jalan pergerakan di jalan kebangkitan ini. Keputusan berpartisipasi di Seri Provinsi setidaknya mau mengatakan kepada masyarakat sepak bola NTT bahwa sepak bola Manggarai sedang berbenah.
Jika selama ini partisipasi ditingkat Provinsi hanya ditunjukkan melalui kehadiran Persim Manggarai, tahun 2019 tidak lagi. Kini sudah ada tim Persemu FC U-16. Bisa saja di tahun 2020 dan di tahun-tahun yang akan datang, banyak tim asal Manggarai yang berpartisipasi di tingkat Provinsi. Ini harapan kita semua. Semakin banyak semakin baik.
Tim Persemu FC U-16 telah membuka pintu bagi tim usia muda lainnya untuk berpartisipasi di turnamen tingkat Provinsi. Perjalanan panjang baru saja dimulai. Bagi saya, pertaruhan sesungguhnya baru dimulai. Tim Persemu FC U-16 telah kembali ke Manggarai. Apakah tim Persemu FC U-16 akan berbenah dan mempersiapkan tim yang lebih siap lagi untuk turnamen tahun depan?
Pertanyaan ini akan selalu terngiang di telinga para pelatih dan manajemen. Jawaban akan pertanyaan ini mendapat jawab di tahun 2020 nanti. Prestasi di tahun 2020 menjadi jawaban yang kita harapkan bersama. Jika sebaliknya tim Persemu FC U-16 memilih bubar dan tidak lagi berpartisipasi, bagi saya disinilah letak kegagalan.
Untuk itu, jangan menyerah tim Persemu FC U-16. Teruslah berproses selama satu tahun ke depan. Pekikkan terus Semangat Menolak Menyerah. Untuk partisipasi di Liga berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur, kami ucapkan limpah terima kasih. Terima kasih telah membuka jalan bagi tim-tim usia muda Manggarai lainnya. Selamat berbenah tim Persemu FC U-16. Selamat berbenah sepak bola Manggarai.
Evan Lahur
Anggota Komunitas MasGibol NTT




