Sabtu, 03 Agustus 2019

Selamat Berbenah, Persemu FC U-16

Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur telah berakhir. Tim Amposh FC U-16 asal kabupaten Flores Timur keluar sebagai juara. Tim Amposh FC U-16 pun berhak mewakili NTT bertarung di Seri Nasional di Banten. Tim Persemu FC U-16 sendiri gagal di turnamen ini. Bergabung di group C bersama Bintang Persado asal Kabupaten Kupang dan Sikumana Putra asal Kota Kupang, tim Persemu FC gagal lolos ke babak berikutnya setelah kalah agregat gol dengan dua tim asal Kupang ini. Tim Persemu FC U-16 pun gagal mendulang prestasi di partisipasi perdana mereka. Tim Persemu FC U-16 pulang ke Manggarai dengan kepala tegak. Permainan ofensif di laga perdana melawan Bintang Persado U-16 sukses berbuah kemenangan 2-1 meski di laga kedua harus takluk dengan skor telak 3-0 atas Sikumana Putra.


Wakil Manggarai


Tim Persemu FC U-16 hadir di Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur sebagai wakil kabupaten Manggarai. Bagi saya pribadi, kehadiran tim Persemu FC U-16 adalah catatan sejarah bagi persepakbolaan Manggarai. Betapa tidak, kehadiran tim Persemu FC U-16 menjadi jawaban akan harapan hadirnya wakil Manggarai di kompetisi usia muda di regional NTT. 


Persemu FC U-16
Persemu FC U-16



Selama beberapa tahun terakhir, prestasi sepak bola Manggarai tidak dapat dibanggakan. Tim senior Persim Manggarai selalu babak belur dikandaskan lawan di setiap gelaran ETMC. Kehadiran tim Persemu FC U-16 di Kupang yang lalu tentu memberi asa kepada masyarakat sepak bola Manggarai. Tentu asa untuk mengatakan bahwa sepak bola Manggarai sedang bangkit. 

Ada dua poin penting yang bisa saya sampaikan terkait kebangkitan ini. 

Pertama, tim Persemu FC U-16 hadir di Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur melalui proses panjang. Proses ini dimulai dari awal tahun 2019 hingga akhir Juli yang lalu. Proses ini  berawal dari rekrutmen pemain yang berasal dari klub-klub yang ada di kota Ruteng dan sekitarnya. Delapan puluh pemain ikut ambil bagian di seleksi tersebut. Pada bulan April jumlah pemain sudah berkurang seiring adanya pencoretan pemain berdasarkan keputusan pelatih. 

Pada akhirnya delapan belas pemain dipilih untuk memperkuat tim Persemu FC U-16. Selama proses berlangsung tentu menjadi momen tak akan terlupakan bagi para pemain. Mereka mendapat banyak pengalaman melalui strategi yang diberikan pelatih maupun latihan fisik yang saya yakin belum atau mereka dapatkan di klub asal.  Terkait proses ini, saya berpikir adalah kondisi ideal bagi pembentukan tim yang tangguh. Bagi saya, proses ini menjadi hal baru bagi persepakbolaan Manggarai. Pembentukan tim melalui proses panjang. 

Kedua, secara tersirat tim Persemu FC U-16 ini menjadi investasi jangka panjang sepak bola Manggarai. Berangkat dari poin kesatu tadi, para pemain Persemu FC U-16 telah memiliki beberapa modal seperti teknik, kerja sama tim dan kekompakkan. Modal ini menjadi dasaran yang sangat kuat di perjalanan selanjutnya. Jika kita berbicara hingga enam tahun yang akan datang, puncak performa para pemain ini akan terlihat di ETMC 2023. Toh di beberapa gelaran turnamen tahun 2019 dan 2020, para pemain Persemu FC U-16 dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Sebut saja Piala Soeratin 2019 maupun Piala Gubernur 2020. Belum lagi di ETMC 2021 yang akan dihelat di Flores Timur. 

Bagi saya, tim Persemu FC U-16 ini adalah bagian dari investasi jangka panjang sepak bola Manggarai. Dua poin ini bagi saya menjadi alasan kuat untuk mengatakan bahwa sepak bola Manggarai sedang bangkit. Selain tersurat sebagai wakil Manggarai, tim Persemu FC U-16 secara tersirat sedang ingin mengatakan kepada masyarakat sepak bola NTT bahwa sepak bola Manggarai sedang bangkit.  Bagi saya, tidak mudah menyatakan kebangkitan ini. Toh tim Persemu FC U-16 telah menunjukkan kebangkitan tersebut.


Semangat Menolak Menyerah


Melalui tulisan ini, salam Semangat Menolak Menyerah ingin menyapa masyarakat sepak bola Manggarai untuk satu pikiran dan satu jalan pergerakan di jalan kebangkitan ini. Keputusan berpartisipasi di Seri Provinsi setidaknya mau mengatakan kepada masyarakat sepak bola NTT bahwa sepak bola Manggarai sedang berbenah. 

Jika selama ini partisipasi ditingkat Provinsi hanya ditunjukkan melalui kehadiran Persim Manggarai, tahun 2019 tidak lagi. Kini sudah ada tim Persemu FC U-16. Bisa saja di tahun 2020 dan di tahun-tahun yang akan datang, banyak tim asal Manggarai yang berpartisipasi di tingkat Provinsi. Ini harapan kita semua. Semakin banyak semakin baik. 

Tim Persemu FC U-16 telah membuka pintu bagi tim usia muda lainnya untuk berpartisipasi di turnamen tingkat Provinsi. Perjalanan panjang baru saja dimulai. Bagi saya, pertaruhan sesungguhnya baru dimulai. Tim Persemu FC U-16 telah kembali ke Manggarai. Apakah tim Persemu FC U-16 akan berbenah dan mempersiapkan tim yang lebih siap lagi untuk turnamen tahun depan? 

Pertanyaan ini akan selalu terngiang di telinga para pelatih dan manajemen. Jawaban akan pertanyaan ini mendapat jawab di tahun 2020 nanti. Prestasi di tahun 2020 menjadi jawaban yang kita harapkan bersama. Jika sebaliknya tim Persemu FC U-16 memilih bubar dan tidak lagi berpartisipasi, bagi saya disinilah letak kegagalan. 

Untuk itu, jangan menyerah tim Persemu FC U-16. Teruslah berproses selama satu tahun ke depan. Pekikkan terus Semangat Menolak Menyerah. Untuk partisipasi di Liga berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 Seri Nusa Tenggara Timur, kami ucapkan limpah terima kasih. Terima kasih telah membuka jalan bagi tim-tim usia muda Manggarai lainnya. Selamat berbenah tim Persemu FC U-16. Selamat berbenah sepak bola Manggarai.


Evan Lahur

Anggota Komunitas MasGibol NTT

Read More

Jumat, 26 Juli 2019

Setelah Rival, apa?


Kabar Rival dikontrak manajemen Borneo FC tentu menjadi kabar gembira bagi pemain muda di tanah Congka Sae. Bagi saya, kabar ini tentu menjadi pintu masuk bagi pemain muda berbakat Manggarai Timur lainnya. Terkait kabar gembira ini, saya punya dua catatan yang perlu kita ketahui bersama. Kesatu, kehadiran coach Ricky Nelson di gelaran ETMC Malaka 2019 tentu menjadi kabar gembira bagi pesepakbola muda berbakat NTT.


Bola Manggarai
bolamanggarai.com


Kehadirannya jelas yakni memantau pemain muda berbakat yang nantinya memperkuat tim sepak bola Pra PON NTT menuju PON Papua tahun depan. Selain memantau pemain muda, kehadiran coach Ricky ternyata lebih dari pada itu. Relasi emosial antara Coach Ricky dan Borneo FC; tim yang pernah ia bawa menjuarai Piala Presiden, pada akhirnya menjadi pintu masuk bagi pemain muda NTT untuk memperkuat tim usia muda Borneo FC. 

Hal ini benar adanya. Saat gelaran ETMC berlangsung, ada pihak dari Borneo FC yang hadir langsung di Malaka. Rival menjadi pemain pilihan tim pemandu bakat ini. Bayangkan saja, dari sekian banyak pemain muda di ETMC Malaka kali ini, Rival terpilih untuk mengikuti trial di Malang. Kedua, karir Rival baru dimulai. Dari beberapa sumber berita yang saya dapat, Rival tidak langsung memperkuat tim Borneo FC U-20. Rival harus menunggu hingga putaran kedua di Liga 1 U-20 musim 2019/2020. 

Ini adalah sebuah babak baru bagi Rival. Sebagai pemain belakang, tentu kehadiran Rival dapat menambah kekuatan tim Borneo FC U-20 di putaran kedua nanti. Ini yang kita harapkan dari Rival. Setidaknya kehadirannya dapat membuka jalan berikutnya, memperkuat tim senior Borneo FC. 


Setelah ini, apa?


Pertanyaan ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagus kita semua. Tanpa Anda sadari, kesuksesan Rival ini berawal dari penampilannya di ETMC Malaka. ETMC berlangsung, Rival menampilkan permainan yang memukau, tim pemandu bakat Borneo hadir dan menyaksikan langsung penampilan Rival. Tim pemandu bakat tertarik dan pintu karir Rival terbuka. Pertanyaannya ialah apakah kita harus menunggu ETMC tahun 2021 untuk melihat penampilan pemain muda berbakat NTT lainnya? Pertanyaan ini tentu akan menjadi pertarungan kita semua, masyarakat sepak bola Manggarai Raya.

Bagi saya pribadi, kita tidak perlu menunggu sampai tahun 2021. Dua tahun ke depan merupakan waktu yang cukup untuk terus membenahi wajah sepak bola di tempat kita masing-masing. Patokannya Rival. Tentu kita percaya, masih banyak pemain muda berbakat lainnya yang penampilan di lapangan hijau sama bahkan melebihi Rival. Hanya memang Rival memiliki panggung yakni ETMC. 

Untuk itu, jika kita percaya masih banyak pemain muda berbakat lainnya, mari kita beri panggung bagi mereka. Apa anda bingung tentang panggung yang saya maksudkan? Saya punya dua ide visoner terkait panggung ini. Dua panggung tersebut ialah adakan turnamen berjenjang dan "jual" pemain berbakat. Tentang turnamen berjenjang, saya berpikir tujuan turnamen berjenjang jelas. Selain menambah jam terbang pemain, para pemain dapat mengasa skil dan kemampuannya. 

Beruntungnya, turnamen berjenjang memberi peluang bagi pemain untuk bertemu pemain dari luar daerahnya; sebut saja antar kabupaten dan provinsi. Anda bisa bayangkan, jika sang pemain rutin mengikuti beberapa turnamen berjenjang sebut saja Aqua Danone Nation Cup dan Liga Pelajar Piala Menpora (KU-12, KU-14 dan KU-18), maka saya dapat pastikan pada saat sang pemain mencapai puncak performa pada usia 23 tahun atau 26 tahun, mereka tetap akan bertemu lawan yang sama.

Contoh paling sederhana di gelaran ETMC. Jika mereka selalu bertemu selama enam tahun yang akan datang, saya yakin mereka akan bertemu kembali di ETMC tahun 2023. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi tim yang diperkuat sang pemain. Belum lagi jika kita bicara turnamen berjenjang yang memberi peluang kepada tim muda untuk berpartisipasi  di Seri Nasional tentu lawan yang  dihadapi mewakili provinsinya. 

Lepas dari peluang akan bertemunya para pemain yang rutin mengikuti turnamen berjenjang, bagi saya jelas turnamen berjenjang memberi peluang kepada para pemain untuk berkembang mengikuti penambahan usia. Dari KU-12 berlanjut ke KU-14 hingga KU-16. Kita bisa pastikan, kita akan memiliki tim yang tangguh pada usia 16 tahun yang telah berproses sejak usia 12 tahun. Tentang turnamen berjenjang, saya berpikir jelas peruntukannya. 

Saat ini turnamen berjenjang dapat kita ikuti melalui program yang diadakan pemerintah dan pihak swasta. Pemerintah sendiri menginisiasi adanya Liga Pelajar Piala Menpora dan pihak swasta menurut yang saya ketahui berupa gelaran Aqua Danone untuk KU-12 tahun. Bagi saya pribadi, kita juga perlu mengadakan turnamen berjenjang secara mandiri. Artinya, turnamen berjenjang yang kita ikuti mengikuti waktu turnamen berjenjang yang diadakan oleh pemerintah. 

Artinya jika turnamen berjenjang yang kita adakan tidak memberi peluang adanya seri kabupaten, seri provinsi maupun seri Nasional, maka turnamen berjenjang yang kita adakan dapat menjadi persiapan pembentukan tim untuk kemudian  mengikuti turnamen berjenjang yang diadakan pemerintah.

Kedua, menjual pemain berbakat. Cara ini sederhana, kita dapat memanfaatkan waktu di awal musim Liga 1, Liga 2 maupun Liga 3. Biasanya, tim-tim besar akan mulai memantau pemain muda berbakat di berbagai tempat untuk bergabung. Salah satunya yang kemudian dilakukan oleh Borneo FC di gelaran ETMC yang lalu. 

Nah, dari pada harus menunggu ETMC 2021, bagi saya kita harus menjemput bola. Artinya, kita harus mengirim pemain muda berbakat yang kita miliki mengikuti seleksi di tim-tim besar Liga1, Liga 2 bahkan Liga 3. Sehingga poin "menjual pemain" ini masih berkaitan dengan poin pertama tadi; turnamen berjenjang. Artinya dengan adanya turnamen berjenjang, kita akan muda memantau pemain muda berbakat yang layak untuk "dijual".

Terkait "menjual pemain" ini, kita mesti mempersiapkan anggaran yang cukup. Kita tidak bisa berharap tim pemandu bakat untuk hadir di kampung kita. Artinya kita mesti realistis dengan situasi bahwa seleksi pemain selalu diadakan di kota Provinsi. Dalam konteks NTT, klub Bali United misalnya selalu mengadakan seleksi pemain di Kupang. 

Untuk kita, kita mesti mempersiapkan anggaran khusus untuk mensiasati hal ini. Persiapan anggaran semestinya dilakukan dari sekarang. Sehingga pada saat kabar adanya seleksi pemain dari tim besar Indonesia, kita sudah siap untuk memberangkatkan pemain kita. 

Di akhir tulisan ini, saya kembali ingin meyakinkan kita semua bahwa kita tidak perlu menunggu hingga ETMC 2021 untuk mendengar  kabar adanya pemain muda NTT lainnya  yang dikontrak klub Liga 1. Kita bisa memulainya dari tim kita sendiri. Peluang selalu ada melalui kompetisi berjenjang. Selain itu kepastian adanya seleksi pemain muda selalu terbuka. Apalagi saat ini PSSI sudah menyelenggarakan Liga 1 U-16, Liga 1 U-18 dan Liga 1 U-20. Ini peluang bagi kita semua. Kapan lagi kalau bukan sekarang. 

Mari berGerak bersama...


Evan Lahur
Inter Milan Club Indonesia (ICI)
Regional Ruteng

Read More

Senin, 08 Juli 2019

Laga uji coba tim Persemu FC U-16 vs Banera Lalong U-19 di lapangan Karot, Ruteng

Uji coba pada tangga 7 July 2019 ini menjadi laga berarti bagi kedua tim. Tim Persemu FC U-16 sendiri sedang mempersiapkan diri mengikuti Liga Pelajar Piala Menpora U-16 Seri Provinsi NTT di Kupang akhir Juli nanti. Sedang Banera Lalong U-19 sedang mempersiapkan diri mengikuti Liga Desa Nusantara Seri Kabupaten Manggarai di lapangan Motang Rua Paroki Beokina.


 Persemu FC U-16 vs Banera Lalong U-19
 Persemu FC U-16 vs Banera Lalong U-19



Kedua tim masing-masing mengasah kemampuan untuk mengikuti kejuaraan akan berskala nasional. Melalui laga uji coba ini sangat diharapkan agar melatih mental dan juga kemampuan baik dari Persemu FC U-16 maupun Banera Lalong U-19. Kedepannya diharapkan agar sepakbola Manggarai raya semakin berkembang baik dari segi para pemain di dalam lapangan maupun dari segi pendukung lainnya; seperti Pelatih, asisten pelatih dan tim management sepakbola. 


 Persemu FC U-16 vs Banera Lalong U-19
 Persemu FC U-16 vs Banera Lalong U-19


Pemerintah Harus Mendukung Perkembangan Para Pemain Muda Sepakbola Manggarai Raya


Dengan diikut sertanya Manggarai Raya diharapkan pemerintah Manggarai Raya dapat mensupport setiap Klub di Manggarai Raya yang sudah mulai melakulan pembenahan managemen agar semakin Profesional. Hal yang disupport baik dari fasilitas dan juga dari segi regulasi yang memudahkan lahirnya para pemain profesional di tiga kabupaten Manggarai Raya (Kabupaten Manggarai, kabupaten Manggarai Barat dan juga Kabupaten Manggarai Timur). Pembenahan ini sekiranya harus mencakup segala lini agar menciptakan iklim yang bagus bagi perkembagan pemain sepakbola muda di tiga kabupaten Manggarai.




Liga Desa Nusantara NTT 2019 rencananya akan digelar di desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan kabupaten TTS. Mengenai para peserta yang ikut di dalam Liga Desa Nusantara ini harus merupakan para pemain yang berasal dari Desa. Pada Tahun 2019 dari Panitia Nasional, NTT mendapat jatah lima kabupaten diantaranya Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Flores Timur dan Manggarai. Hingga kini lima kabupaten tersebut sudah terbentuk panitia dan membuka pendaftaran peserta.


Sedangkan Liga Pelajar Piala Menpora U-16 Seri Provinsi NTT merupakan agenda tahunan yang kini menjadi tahun kedua bagi NTT. Tujuan liga U-16 ini adalah memupuk mental dan keahlian para pemain muda NTT agar semakin berkembang dan juga sebagai ajang mencari bibit-bibit muda pemain Profesional Nusa Tenggara TImur.



Evan Lahur
Max Th

Read More

Sabtu, 06 Juli 2019

Catatan Pinggir Lapangan

www.bolamanggarai.com
www.bolamanggarai.com


Selamat datang di website ini, www.bolamanggarai.com. Portal ini hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pergerakan sepak bola Manggarai Raya. Melalui bolamanggarai.com kita harapkan sepak bola Manggarai Raya dapat menembus batas. Artinya sepak bola Manggarai Raya dapat merajut simpul ke masyarakat sepak bola dunia. Potensi sepak bola Manggarai Raya sungguh luar biasa. Kehadiran portal ini sederhana ingin membawa potensi tersebut kepada seluruh pembaca di seluruh dunia. Setidaknya, sepak bola Manggarai Raya dapat dikenal oleh masyarakat sepak bola dunia dimana saja berada. 


Selamat membaca portal berita ini. Saat anda membaca berita di portal ini, anda sedang berada di jalan pergerakan menuju sebuah mimpi sederhana, Jersey Timnas. Tak apa kan bermimpi seperti ini? Lah. Kan bermimpi belum ada harganya. Harga dari mimpi kami ini ialah saat proses yang sedang kami jalani bersama bolamanggarai.com berbuah pada adanya pemain dari Manggarai Raya yang mengenakan Jersey timnas memperkuat Timnas Indonesia. Kami sedang berada di jalan pergerakan tersebut. Kehadiran bolamanggarai.com ingin memastikan pergerakan tersebut berada di jalur yang sebenarnya. 


Selamat datang di sepak bola Manggarai Raya. Selamat membaca bolamanggarai.com.



Ruteng, Saat Suhu 10 derajat celcius



Hormat saya

Evan Lahur
Read More